Veteran GAMAIS,,

December 10, 2008

setelah sekarang berstatus veteran  Gamais,, enaknya ngapain ya (selain ngurusin TA tentunya,,)?

kadang-kadang kangen juga sih nongkrong di kortim,,

tapi kalo balik lagi ngulang jadi kader mula Gamais kayaknya udah ketuaan,,hee,,

kalo study n TA oriented aja gmn?

bagus ga ya?

atau ada ide lain mungkin yang lebih menarik?

saya masih belum tau apa-apa

December 10, 2008

3 bulan yang lalu saya mendaftarkan diri untuk mengikuti les Conversation di UPT Bahasa.

Kenapa?

Alasannya simple seperti kebanyakan alasan orang lain yang mengikuti les bahasa inggris lainnya:

To improve my capability in English.

Pertemuan pertama berlalu,,

Saya suka kelas yang saya ikuti,,

Guru saya sangat menarik,,

Teman-teman saya menyenangkan,,

Pertemuan ke 2, ke 3, ke 4, dst…..

Saya bertanya pada diri saya :

Apa yang sudah saya dapatkan sejauh ini?

Jawabnya: komunitas yang mau sama-sama belajar tanpa perlu takut atau malu jika salah, mungkin.

Saya mengalami beberapa kali kesempatan harus berlatih mengemukakan sesuatu di depan teman-teman saya,,

Dan entahlah, mostly, I was so bad,,

Walau saya berani bertaruh dengan diri saya sendiri, kemampuan saya lebih dari itu. Tapi yang saya rasakan terkadang saya sangat tidak ingin membiarkan diri saya mengatakan lebih banyak dari apa yang saya katakan (padahal ini les conversation. kok males ngomong sih ay?hoho).

Tidak ingin


Hingga akhirnya yang tersisa adalah pertemuan perpisahan.

dan saat itu dengan berani saya mengatakan :

“ saya banyak mendapatkan sesuatu yang berharga dari les ini.”


Mungkin jika saya adalah teman-teman saya atau guru saya, saya akan berpikiran :

“ ayu, kamu bilang kamu banyak dapat sesuatu dari les ini? Lalu kenapa bahasa inggrismu masih begitu?”

(bukan suudzon lo ya,, ini sih isi hati kalo misal sy ada d posisi mrk)

Ya, mungkin sangking tidak ada progress yang bisa diri saya sendiri lihat dari efek saya mengikuti les ini, pernyataan itu akan sangat wajar.

Dan kata-kata terakhir dari guru saya saat oral test kemarin membuat apa yang saya rasakan menjadi lengkap :

Saya sangat sedih pada awalnya, apa benar saya sudah begitu menyianyiakan 3 bulan kemarin?

Apa benar saya setidak mampu itu?

Tapi kemudian, Dia selipkan sesuatu yang manis dalam hati saya.

Lalu saya tersadar.

Selama 3 bulan ini, dengan mengeluarkan uang 450.000 saya belajar bahwa :

“ Saya masih belum tau apa-apa”

Dan itu mungkin pembelajaran paling berharga dari kehidupan saya di 3 bulan kebelakang,,

Saya puas dengan hasil 450.000 yang harus saya keluarkan untuk pembelajaran itu.

Karena jelas setelah ini saya tidak akan membiarkan diri saya terus tidak tau apa-apa.

INSYAALLAH,,


Nilai “B” itu menamparku…

June 11, 2008

Nilai “B” itu menamparku…

Kalo baca postingan temen-temen saya tentang ‘seberapa pentingnya sih dapet nilai A?’

Begitulah ekspresi teman-teman astir (asrama putri salman) saat pagi tadi saya menanyakan pertanyaan yang sama dengan judul postingan tersebut.

Pertanyaan yang jelas ada asal muasalnya.

Dan pertanyaan itu muncul saat kemarin sorenya saya baru saja melihat DNA matakuliah Drainase dan Sewarage yang  ternyata Alhamdulillah dapet nilai B.

Kecewa, pada mulanya bisa dibilang iya.

So, begitu nilai pertama yang keluar adalah B. Rasanya ada satu tangan raksasa yang sedang menampar hati saya. Astagfirullah aladzim. Semoga bukan karena saya yang terlanjur malu dengan sesame teman asrama. Tapi kemudian saya berpikir.

‘Allah menilai saya belum pantas dapat nilai A’

Sepanjang jalan dari papan pengumuman TL, ribuan jawaban dari ‘kenapa’ berkelebat dibenak saya…

Mungkin infak saya masih kurang dari cukup…

Saya masih suka telat dateng kuliah itu…

Kadang masih suka ngantuk waktu ngedengerin ibu nerangin…

Masih kurang ikhlas saat ngerjain tugas yang sangat banyak itu…

Masih kurang nyicil saat belajar mau ujian…

Lupa memohon restu sama ‘tetua-tetua’ keluarga waktu mau ujian…

Bahkan Mungkin ada secercah rasa sombong dihati…

Dan berbagai kelalaian lain yang tanpa sadar  terus mengukir  tanda mines di hadapan Allah…

 

Astagfirullah al adzim…

 

Memang, selalu ada harga yang pantas dari Allah atas apa-apa yang kita upayakan.

Allah akan menilai semuanya secara keseluruhan, pada proses kita berusaha dari awal hingga proses menunggu keputusan akhir berupa DNA.

 “ katakan sesuatu untuk membuatku semangat dong” saya berkata lemas pada teman sekamar saya. Bukannya menjawab, teman saya itu malah beranjak menuju meja belajar saya dan terlihat mencari sesuatu di dinding meja. Dia malah bertanya

“ kemana kertas yang kemaren ayu tempel disini?” katanya menunjuk spot tertentu di dinding meja belajar saya. Tidak ada apa-apa disana. Saya mencoba mengingat-ngingat apa yang pernah saya tempel disana.

Sejenak saya diam lalu kemudian tersenyum lega sambil mengusap dada. Setelah saya mencoba mengingatnya, ternyata saya pernah menulis disana

“ Kecewa? Mungkin apa yang kau lakukan masih belum untuk Allah”

 

Seberapa pentingnya sih dapet nilai A?

June 11, 2008

Seberapa pentingnya sih dapet nilai A?

 

“ kalo bisa dapet nilai yang paling baik ya bagus lah.”

“ untuk orang yang punya cita-cita cum laude dan IP 4 setiap semesternya, nilai A itu harga mati”

 “tujuan utama belajar Cuma buat dapet nilai A………. Sayang Bangetzzzzzzzz

Percuma dapet nilai A kalo gak ngerti ilmunya

Percuma dapet nilai A kalo nyontek sama temen

Bayak mahasiswa yang lulus dengan nilai yang bagus, tapi  ketika di Tanya gaktau apa-apa!!!!!!!!! “

 “Seberapa pentingnya sih dapet nilai A?

Urgensi mendapat nilai A berbeda pada tiap personal, bergantung target akademik. Menyenangkan tentunya bisa memberikan transkrip bertaburan A untuk orang tua, namun.. ada yang lebih penting daripada hasil.  Idealisme keilmuan mesti tetep di pegang dung!!  Sejauh mana sih kepahaman kita terhadap materi yang dipelajari? Atau kegiatan belajar kita hanya untuk mengejar target kurikulum. Jangan sampai kuliah hanya omong kosong!!” ( gantina)

“ nilai A itu penting untuk bikin orang tua seneng. Tapi apa orang tua kita seneng kalo kita ga jujur ngedapetinnya”

 

Bagaimana denganmu……?

Belajar dari Kabayan

June 11, 2008

Sore itu, disebuah pelatihan, seorang pemateri bercerita pada kami semua

“ Kabayan itu, setiap dia melihat  jalan menanjak didepannya dia pasti tertawa senang.”

Krik..krik…

Aku memutar otak untuk berpikir kenapa? Maklumlah, bintang kocak tanah sunda itu kan memang suka berpikir aneh-aneh ( tidak biasa-red). Belum selesai aku berpikir, bapak pemateri itu kembali melanjutkan ucapannya tadi.

“ kalian tau kenapa, itu karena kabayan tau dan yakin, bahwa dibelakang  jalan menanjak itu pasti ada jalan menurun, atau paling tidak ada jalan mendatar yang terbentang dan siap ia lalui dengan jauh lebih mudah. “

Bapak pemateri tidak melanjutkan ucapannya dengan hikmah di balik sepenggal cerita kabayan itu. Sudah cukup jelas rasanya apa pesan berharga yang bisa kami ambil dari pikirkan suami nyi iteung tersebut

.

“ dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”____(TQS Al-Insyirah : 5)

 

Iya, sang Khalik telah ciptakan bumi dan seisinya dengan sangat sempurna dan seimbang. Adil dengan seadil-adilnya.

Sayapun langsung tersenyum sendiri. Malu rasanya. Malu sama Allah tentunya. Mungkin saya sudah tak bisa lagi mengingat ataupun menghitung berapa kali mulut atau hati ini berkata dengn nada penuh keluh kesah,

 “ mengapa ujian selalu datang bertubi-tubi”

 

Astagfirullah aladzim.

Padahal kalau saya pakai prinsip kabayan tadi, seharusnya tiap kesulitan menyergap, saya akan tertawa terbahak-bahak ya.

Karena bisa saja (hampir pasti), setelah ujian yang tampaknya never ending itu, saya akan ditimpa kebahagian yang bertubi-tubi juga. Asalkan sikap kita memang sikap yang patut dari seorang hamba yang sedang diuji. Ikhlas, sabar, dan tetap optimis. Dan hanya jika Allah ridha…

 

Memang, yang namanya belajar itu bisa dari mana saja. Tidak terkecuali dari kang kabayan tentunya.

Wallahu’alam bishawab…

 

Bismillah….

May 31, 2008

Blog kedua yang saya buat ( Blog yang pertama ga jelas isinya dan untuk apa dibuat)

semoga kali ini bisa lebih manfaat.

dan bila semuanya dimulai……

 

bismillahirahmannirrahim…